Pasta gigi non SLS kini semakin banyak digunakan, terutama oleh orang yang memiliki mulut sensitif. Lalu apa bedanya dengan pasta gigi berfluoride? Mari kita cari tahu bareng Opal Dental.
Apa Itu SLS pada Pasta Gigi?
SLS atau Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan pembersih yang berfungsi menghasilkan busa saat menyikat gigi. Kandungan ini cukup umum digunakan pada berbagai pasta gigi produk Indonesia terbaik dan berbagai maca produk perawatan diri lainnya.
Busa yang dihasilkan memang membantu menyebarkan pasta gigi ke seluruh permukaan gigi. Namun, SLS sebenarnya bukan bahan yang berfungsi membersihkan plak hitam dan menjai salah satu rekomendasi pasta gigi untuk gigi berlubang.
Apa Itu Pasta Gigi Non SLS?
Pasta gigi non SLS adalah pasta gigi yang tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate. Meski tidak menghasilkan busa sebanyak pasta gigi biasa, kemampuannya dalam membersihkan gigi tetap baik selama digunakan dengan cara sikat gigi yang benar.
Karena lebih lembut, pasta gigi tanpa SLS sering menjadi pilihan bagi orang yang memiliki mulut sensitif.
Rekomendasi Pasta Gigi Non SLS Terbaik
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pasti gigi non sls terbaik di Indonesia.
1. Enzym (Varian Classic, Orthodontic, atau 40 Plus)
Enzym dikenal luas sebagai pelopor pasta gigi tanpa busa di Indonesia. Karena sepenuhnya menanggalkan kandungan SLS, pasta gigi ini bekerja dengan cara memanfaatkan enzim alami yang dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam rongga mulut. Formula mulus tanpa efek detergen ini sangat cocok bagi Anda yang sering mengeluhkan masalah mulut kering, mudah sariawan, atau sedang menggunakan kawat gigi.
2. Sensodyne (Varian Pronamel & Repair & Protect)
Walaupun Sensodyne memiliki beragam jenis produk, varian khusus seperti Pronamel dan Repair & Protect dirancang tanpa menambahkan SLS ke dalam racikannya. Merek ini memfokuskan kinerjanya pada pemulihan mineral email gigi yang terkikis serta membentuk lapisan pelindung pada area saraf gigi yang terbuka, sehingga rasa ngilu berlebih dapat diredakan tanpa memicu iritasi gusi.
3. Pepsodent Sensitive Expert
Sebagai opsi yang sangat mudah dijangkau di toko-toko terdekat, varian Sensitive Expert mengalihkan penggunaan agen pembusa keras ke bahan pembersih yang jauh lebih lembut di mulut. Kehadirannya menyasar pengguna yang membutuhkan perawatan ekstra untuk gusi rentan, namun tetap menginginkan sensasi napas segar dan perlindungan dari pemicu gigi berlubang.
4. Sensatia Botanicals Toothpaste
Bagi pencinta perawatan tubuh berbasis tanaman, merek asal Bali ini menghadirkan pasta gigi yang benar-benar bersih dari zat kimia sintetis seperti SLS, paraben, maupun pewarna buatan. Mengandalkan ekstrak bahan alami seperti minyak ppermint hingga arang aktif (activated charcoal), produk ini memberikan pengalaman menggosok gigi yang lembut sekaligus menyegarkan secara alami.
5. Splat Professional (Khususnya Varian Biocalcium)
Merk asal luar negeri yang kian populer ini mengusung formula ramah lingkungan dan aman bagi jaringan lunak mulut. Dengan menyingkirkan SLS dari komposisinya, Splat memanfaatkan kalsium aktif untuk membantu proses pemulihan kepadatan email gigi secara berkala sekaligus memutihkan permukaan gigi tanpa merusak lapisan pelindungnya.
6. Zact Toothpaste
Berbeda dari kebanyakan pasta gigi pencerah yang agresif, Zact diformulasikan khusus tanpa kandungan SLS untuk mengikis noda membandel akibat konsumsi kopi, teh, atau paparan asap rokok. Produk ini mampu mengangkat plak dan mikro-noda secara bertahap tanpa membuat lapisan dalam gigi terasa ngilu atau terbakar.
Manfaat Pasta Gigi Non SLS
Ada beberapa alasan mengapa banyak orang mulai beralih menggunakan pasta gigi non SLS.
1. Lebih Nyaman untuk Mulut Sensitif
Sebagian orang merasa mulutnya lebih nyaman setelah menggunakan pasta gigi tanpa SLS, terutama jika mudah mengalami iritasi.
2. Membantu Mengurangi Risiko Sariawan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi non SLS dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada orang yang sering mengalami sariawan berulang.
Meski bukan penyebab utama sariawan, SLS pada sebagian orang dapat membuat luka terasa lebih perih.
3. Tidak Menimbulkan Busa Berlebihan
Sebagian orang lebih menyukai pasta gigi yang tidak terlalu berbusa karena terasa lebih nyaman saat digunakan.
Siapa yang Sebaiknya Menggunakan Pasta Gigi Non SLS?
Tidak semua orang wajib menggunakan pasta gigi non SLS. Namun, produk ini bisa menjadi pilihan apabila kamu memiliki kondisi seperti:
- Mulut yang sensitif.
- Sering mengalami sariawan.
- Mudah mengalami iritasi pada jaringan mulut.
- Tidak nyaman menggunakan pasta gigi yang terlalu berbusa.
Jika tidak memiliki keluhan tersebut, penggunaan pasta gigi biasa juga tetap aman selama sesuai dengan kebutuhan.
Apakah Pasta Gigi Non SLS Tetap Bisa Membersihkan Gigi?
Tentu saja bisa.
Banyak orang mengira busa yang banyak berarti kemampuan membersihkannya lebih baik. Padahal, kebersihan gigi lebih dipengaruhi oleh cara menyikat gigi, durasi menyikat, serta kandungan aktif seperti fluoride.
Artinya meskipun tidak menghasilkan busa sebanyak pasta gigi biasa, pasta gigi non SLS tetap efektif menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Cara Memilih Pasta Gigi yang Tepat
Saat memilih pasta gigi, jangan hanya melihat ada atau tidaknya SLS.
Perhatikan juga beberapa hal berikut:
- Mengandung fluoride.
- Memiliki izin edar resmi.
- Sesuai dengan kondisi gigi dan mulut.
- Direkomendasikan oleh dokter gigi bila memiliki keluhan tertentu.
Dengan memilih produk yang tepat, kesehatan gigi dapat lebih terjaga dalam jangka panjang.
Apakah Pasta Gigi Non SLS Cocok Digunakan Setiap Hari?
Banyak orang bertanya apakah pasta gigi non SLS aman digunakan setiap hari. Jawabannya tentu saja bisa. Selama pasta gigi tersebut mengandung fluoride dan digunakan sesuai anjuran, manfaatnya tetap sama dalam membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Perbedaan utamanya hanya terletak pada kandungan Sodium Lauryl Sulfate yang berfungsi sebagai pembentuk busa. Jadi, jangan khawatir jika pasta gigi non SLS menghasilkan busa yang lebih sedikit karena hal tersebut bukan berarti kemampuan membersihkannya berkurang.
Tips Memilih Pasta Gigi Sesuai Kebutuhan
Selain memilih pasta gigi non SLS, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum membeli pasta gigi. Pilih produk yang memiliki kandungan fluoride, sudah terdaftar secara resmi, dan sesuai dengan kondisi gigi maupun mulut. Jika kamu memiliki gigi sensitif, sering mengalami sariawan, atau sedang menjalani perawatan tertentu, tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi.
Perlu diingat, pasta gigi hanyalah salah satu bagian dari menjaga kesehatan gigi. Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi bila diperlukan, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter tetap menjadi langkah penting agar kesehatan mulut selalu terjaga.
Kesimpulan
Pasta gigi non SLS merupakan pilihan yang cocok bagi orang dengan mulut sensitif atau yang sering mengalami sariawan. Meskipun tidak menghasilkan busa sebanyak pasta gigi biasa, kemampuannya dalam membersihkan gigi tetap efektif apabila digunakan dengan cara menyikat gigi yang benar.
Jika masih bingung menentukan jenis pasta gigi yang sesuai dengan kondisi mulutmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi. Pemeriksaan secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap optimal.